Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts

Monday, June 16, 2014

Pertanyaan Tentang Puasa Ibu Hamil

Soal:
Berkenaan dengan ibu hamil di bulan Ramadhan, apakah terdapat keringanan agar ibu hamil tidak ikut berpuasa? jika ada keringanan maka di bulan ke-9 dari kehamilan atau di semua bulan?lalu apakah menggantinya dengan Qadha’ atau hanya memberi makan orang miskin saja, lalu berapa takarannya? dan keadaan saya yang tinggal di daerah yang panas apakah dapat berpengaruh pada kehamilan jika berpuasa? kami memohon kepada Allah kemudian dari Anda jawabannya.

Jawaban:
Jika ditakutkan ibu yang hamil atas dirinya atau janinnya akan terjadi kecelakaan dikarenakan dia berpuasa maka baginya tidak berpuasa dan harus menggantinya (qadha’) , entah dia dari negara yang panas ataupun dingin suhunya, dan tidak ada ketetapan pada bulan ke-berapa dia boleh tidak berpuasa, maka yang menjadi sorotan apakah dengan itu dia mampu atau malah keberatan/dapat celaka, dan entah hanya beberapa hari yang dia merasa keberatan. Karena keadaan dia sama denan orang yang sedang sakit, Allah berfirman :
(Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan maka menggantinya di hari lain) QS: Al Baqoroh 185)
Lajnah Daimah (10/222)



السؤال : بالنسبة للحامل في أيام رمضان هل يوجد لها رخصة في الإفطار، وإذا كان يوجد لها هل هي في أشهر معلومة من التسعة أم على مدى الأشهر كلها، وإذا كان توجد لها رخصة هل يلزمها القضاء أم الإطعام، وما مقدار الإطعام، وبالنسبة إنا بأرض حارة، فهل للصيام تأثير على الحوامل؟ نأمل من الله ثم منك الإجابة.
الإجابة : الجواب: إذا خافت الحامل على نفسها أو على جنينها ضرراً من الصيام في رمضان أفطرت وعليها القضاء، سواء كان ذلك في بلاد حارة أم لا، ولم يحدد ذلك بأيام من شهور حملها، فالعبرة بحالها وما تتوقعه من الضرر أو الحرج، وشدة المشقة قلت الأيام أو كثرت؛ لأنها كالمريض، وقد قال تعالى:﴿ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ﴾[ سورة البقرة الآية 185] اللجنة الدائمة(10/222)

Tuesday, May 13, 2014

Doa Istiftah

# Doa ini dibaca oleh orang yang mengerjakan shalat setelah Takbiratul Ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah

# Hukumnya sunnah menurut Jumhur Fuqaha (Ahli Fikih)
(Imam Nawawi, al majmu syarah muhadzab)


# Dan telah tertera dengan lafazh yang berbeda-beda dari Nabi 





1.      اللهم باعد بيني وبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب، اللهم نقني من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، اللهم اغسل خطاياي بالماء والثلج والبَرَد.

 Allahumma baa’id baynii wa bayna khothoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khothoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khothoyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod.
 
(artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun).”
(HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598, Dari sahabat Abu Hurairah)
-Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya “Al Fath” : Dan hadits Abu Hurairah ini adalah yang paling sahih dalam hal itu (bacaan istiftah)-

Wednesday, April 30, 2014

Pahala Amalan-amalan Yang Besar



 1   قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( من استغفر للمؤمنين والمؤمنات كتب الله له بكل مؤمن ومؤمنة حسنة ) حسنه الألباني  
-           Rasulullah bersabda (Barangsiapa yang meminta ampun untuk kaum beriman lelaki dan perempuan, maka niscaya Allah menuliskan baginya dengan setiap lelaki dan perempuan beriman satu kebaikan).
2  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( كلمتان خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان حبيتان إلى الرحمن : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم ) رواه مسلم
-          Rasulullah bersabda (Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh ar-Rahman (Allah): Subhanallahu wa Bihamdihi Subhanallahu al-‘Azhiim).

  3  وقال صلى الله عليه وسلم  (لأن أقول سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أحب إلي مما طلعت عليه الشمس ) رواه مسلم
-          (Rasulullah) juga bersabda (Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari).

  4   وقال صلى الله عليه وسلم (أيعجز أحدكم أن يكسب كل يوم ألف حسنة ؟ فسأله سائل من جلسائه : كيف يكسب أحدنا ألف حسنة ؟ قال : يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة ) رواه مسلم
-          (Rasulullah) juga bersabda  “Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu untuk menghasilkan pada setiap hari seribu kebaikan?”. “Lalu ada seorang yang duduk bersama beliau bertanya, “Bagaimana salah seorang di antara kami bisa menghasilkan seribu kebaikan?”. Beliau menjawab, “Yaitu dengan bertasbih (membaca subhanallah) seratus kali, maka dengan itu akan dicatat seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.





  5   وقال صلى الله عليه وسلم ( من قال ، لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير ، كانت له عدل عشر رقاب وكتبت له مائة حسنة ومحيت عنه مائة سيئة وكانت له حرزا من الشيطان يومه ذلك حتى يمسي ولم يأت أحد بأفضل مما جاء به إلا أحد عمل أكثر من ذلك ) متفق عليه
-          (Rasulullah) juga bersabda  (Barangsiapa mengucapkan: Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku, walahul hamdu, wahuwa ala kulli syai-in qadiir dalam sehari seratus kali, maka baginya sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan, ia menjadi pelindung baginya dari Setan pada hari itu hingga petang hari. Dan tiada seorang pun yang datang pada Hari Kiamat dengan pahala lebih utama darinya selain seseorang yang mengamalkan lebih banyak darinya).

Thursday, April 17, 2014

" CARA RASULULLAH ﷺ MEMPERLAKUKAN ISTRI NYA "

Berikut bagaimana manusia terbaik, Rasulullah memperlakukan istrinya:

1. Kalau ada pakaian yang koyak,Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya..
Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual..

2. Setiap kali pulang ke rumah,bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk di makan,sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur..
‘Aisyah menceritakan Kalau Nabi berada di rumah,beliau selalu membantu urusan rumah tangga.

3. Jika mendengar azan,beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai shalat.



Sunday, January 26, 2014

Makna Ibu Dalam Hidup Kita





Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.


Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang……… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Tuesday, November 26, 2013

4 Golongan Sesat di Dunia

Di dunia ini amat banyak kelompok sesat, masing-masing menyeru manusia kepadanya.
namun ada 4 golongan utama yang melandasi banyak golongan tersebut, mereka adalah:

1. Rofidhah: cirinya adalah membenci 2 sahabat yang paling utama di sisi Rasulullah tidak lain adalah Abu Bakar dan Umar bin Khatab juga membenci orang-orang wala’ mereka berdua. kelompok ini terkadang disebut Syiah, namun para ulama menyebut mereka Rafidhah, karena kebencian mereka pula disebut itu.

2. Mu’tazilah: mereka mempunyai pemikiran yang berbunyi: “Akal lebih didahulukan daripada syariat (Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’, pen) dan akal-lah sebagai kata pemutus dalam segala hal. Bila syariat bertentangan dengan akal –menurut persangkaan mereka– maka sungguh syariat tersebut harus dibuang atau ditakwil.
kelompok yang kedua ini berkaitan erat dengan para ahli kalam yang mengedepankan filsafat-filsafat.

3. Qodariyah: pengikut golongan ini mengingkari adanya taqdir, bahkan meyakini bahwa Allah mengetahui suatu hal setelah terjadinya.

4. Murjiah: mereka adalah golonagn yang memisahkan antara iman dan amal, artinya amalan manusia itu tidak ada hubunganya dengan naik turunya iman, banyak diantara mereka mempunyai iman yang sama dengan abu bakar bahkan ada yang sama imannya dengan malaikat jibril, bahkan mereka mengatakan bahwa fir’aun yang jelas kekufuranya kepada Allah adalah beriman.

Monday, November 4, 2013

Mewaspadai Penyakit Iri dan Dengki


  • Hasad dan iri dengki perbuatan yang terlarang kecuali di dua tempat, sebagaimana Rasulullah sabdakan :
لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٍ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh iri kecuali terhadap dua (jenis manusia): seseorang yang Allah berikan harta kepadanya, lalu dia menghabiskannya di dalam kebenaran; dan seseorang yang Allah berikan hikmah (ilmu agama) kepadanya, lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya.” [HR Al Bukhari (73) dan Muslim (816) dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu.]

  • Iri dengki terhadap orang lain ada beberapa bentuk, diantaranya :
    1. Mengharapkan hilangnya kenikmatan orang lain, walaupun dia sendiri tidak mau merasakan kenikmatan itu.
    2. Mengharapkan hilangnya kenikmatan orang lain untuk berpindah kepadanya.
    3. Membenci kehadiran orang yang dia benci bersamanya.
    4. Membenci hal-hal yang dapat membuat orang lain bergembira.

Wednesday, September 25, 2013

Surat Dari Seorang Perawan Tua


رسالة  من عانـــس إلى جميع الرجال
Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Laki
(Di Terjemahkan Oleh : Ust Muhammad Elvi Syam, Lc. MA)
تزوجونا.. استرونا.. ارحمونا من نار العنوسة..
Nikahilah kami, lindungilah kami, sayangilah kami (terhindar) dari neraka perawan tua..
عندما اقترب عمري من العشرين كنت أحلم كأي فتاة بشاب ملتزم ذي خلق وكنت أبني الأفكار والآمال، وكيف سنعيش وكيف سنربي أطفالنا، و….و…. إلخ.
Ketika umurku mendekati 20 tahun, aku pernah mengimpikan seperti gadis lainnya, untuk mendapatkan seorang pemuda (ikhwan) yang konsisten dengan agamanya, berakhlak mulia, ketika itu akupun mulai menyusun pikiran dan angan-angan, dan bagaimana cara mendidik anak kami, dan… dan… seterusnya.
وكنت من النوع الذي يحارب التعدد والعياذ بالله، فبمجرد أن يقولوا لي فلان تزوج على زوجته تجدني، من غير شعور، أدعو عليه وأقول: لو كنت مكانها لرميته مثلما رماني،
Aku adalah termasuk orang yang memerangi poligami –semoga Allah melindungi dari sikap itu- sehingga, semata-mata mereka mengatakan kepadaku: si fulan menikah lagi, aku lepas control, sehingga aku melaknat laki-laki itu, dan mengatakan, kalau aku di posisi istrinya aku akan melakukan seperti apa yang dilakukan kepadaku.
وكنت دائما أتناقش مع أخي وأحياناً مع عمي عن التعدد ويحاولون أن يقنعوني وأنا متعندة لا أريد أن أقتنع، وأقول لهم مستحيل أن تشاركني امرأة أخرى في زوجي.
Dan aku selalu berdebat dengan saudara laki-lakiku, dan terkadang dengan pamanku tentang poligami, mereka berusaha untuk meyakinkan kepadaku untuk menerimanya, namun aku tetapi berkeras kepala dan tidak ingin menerimanya, akupun mengatakan kepada mereka, “ mustahil wanita lain menyertaiku dalam suamiku.
أحيانا كنت أتسبب في مشكلة بين زوج وزوجته لأنه يريد أن يتزوج عليها وأحرضها عليه حتى تثور ثائرتها عليه.
Terkadang, aku menjadi penyebab (actor) dalam pertingkaian antara suami dan istri, karena suaminya ingin menikah lagi, dan akupun mempropokasinya sehingga ia memberontak kepada suaminya.

Friday, August 2, 2013

Bisa-kah masuk ke Surga Firdaus?



Mau jalan ke firdaus (surga paling tinggi)?

Apakah kita bias masuk ke surge firdaus?
Apakah itu hanya terkhusus oleh para ulama,mujahid, ataukah para dai?
Pastinya kita semua ingin tahu sifat2 penghuni syurga firdaus, dan semoga termasuk di dalamnya.
Nabi Muhammad bersabda :
فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ
Kalau kamu semua memohon kepada Allah, maka memohonlah (surga) Firdaus, (HR. Bukhari, no. 7423)

Dalam Al-Qur’an surat Al Mukminun Alloh ta’ala berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9)
 

“- Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman - (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, -  Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, -  Dan orang-orang yang menunaikan zakat, - Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, -  Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. - Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas. -  Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya - Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.”
 _________________________
[994] Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.

[995] Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.


Saturday, March 23, 2013

AKU TERPAKSA MENIKAHIMU

Inspiring Heart story...





Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.


Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.


Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.



Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.


Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.



Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Monday, December 24, 2012

NASEHAT KESABARAN UNTUK YANG SEDANG SAKIT

Saya diuji dengan suatu penyakit dan telah berusaha mencari kesembuhan tapi belum mendapatkannya. Apa nasehat Syaikh untuk saya?

 

 

As-Syaikh Muhammad Al-Imam Hafidzahullah


بسم الله الرحمن الرحيم


Nasehat ini beliau sampaikan saat bertemu dengan orang-orang yang sakit dan meminta nasehat pada beliau.
Pertanyaan: Wahai Asy-Syaikh saya diuji dengan suatu penyakit dan telah berusaha mencari kesembuhan tapi belum mendapatkannya. Apa nasehat Syaikh untuk saya?
Jawab: Berkata Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah ta’ala:

Nasehat saya bagi teruji dengan suatu penyakit:
Bahwa orang yang sakit sangat butuh untuk mengetahui sebab-sebab yang mendatangkan kesembuhan, maka tidak cukup engkau menginginkan kesembuhan namun tidak berusaha keras mencari kesembuhan.
 Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala tidaklah menimpakan kepada kita penyakit kecuali untuk memberikan kesembuhan pada kita, tidaklah Allah Ta’ala memberikan rasa takut pada kita kecuali untuk memberikan keamanan pada kita. Karena Allah Ta’ala adalah Maha Penyayang, Maha Pemurah, dan Maha Bijaksana, mengatur hamba-Nya dengan aturan-Nya yang terbaik. Maka siapa yang bersama Allah maka Allah Ta’ala akan bersamanya, siapa yang bertawakal kepada-Nya Dialah yang akan mencukupi. Siapa yang hidup dengan selalu berhubungan dengan Allah Ta’ala maka Allah Ta’ala tidak akan menyia-nyiakannya. Maka hati-hatilah dari rasa putus asa, lalu mengatakan aku telah berobat tapi tidak datang pula kesembuhan, aku telah berdo’a tapi tidak dikabulkan.
Wahai hamba Allah ingatlah sesungguhnya kekurangan itu ada pada kita, jika kita telah memperbaiki hubungan antara kita dengan Allah Ta’ala maka bergembiralah. Para ulama berkata: “Tidaklah datang suatu musibah kecuali disebabkan karena dosa dan tidaklah diangkat kecuali dengan sebab taubat.” Maka siapa yang menginginkan kesehatan kalbu, kesehatan badan, kesehatan akal dan sebagainya maka akan tercapai dengan taubat kepada Allah Ta’ala. Dan taubat kepada-Nya bisa terwujud dengan kembali kepada-Nya setelah lalai, setelah banyak main-main, setelah menentang, atau setelah berpaling dari syari’atnya. Maka setiap kita butuh untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah Ta’ala, siapa yang telah memperbaikinya maka bergembiralah dengan apa yang di sisi Allah Ta’ala karena Allah Ta’ala maha mampu akan segala sesuatu, kebaikan semuanya ada di tangan-Nya dan semua urusan kembali kepada-Nya.
Maka yang dituntut adalah mengoreksi dosa-dosa kita, karena dosa kita itu lebih bahaya dari pada rudal jelajah dan lebih bahaya dari tank. Berapa banyak orang yang melakukan dosa namun dia banyak tertawa. Allah Ta’ala berfirman,

فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka tidaklah merasa aman dari makar Allah kecuali orang yang merugi.”
Seorang mukmin jika telah melakukan kesalahan maka tidak aman dari hukuman (dan hukuman bisa berupa suatu penyakit). Saya sebutkan sebuah contoh tentang seorang Nabi Allah Ta’ala yaitu Nabi Yunus ‘alaihi salam. Allah Ta’ala berfirman,

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ * فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ

“Dan ingatlah kisah Dzun Nun (Yunus) yang pergi dalam keadaan marah lalu menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya, maka dia berdoa dalam kegelapan: “Bahwa tiada ilah yang benar kecuali Allah, sungguh aku termasuk orang yang zhalim”. (Ini adalah taubat NabiYunus ‘alaihi salam maka), “Maka kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan ia dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (Al-Anbiya: 87-88)

Inilah penghormatan ilahy bagi yang bertaubat, dikabulkan doanya dan diselamatkan dari musibahnya, yang mana tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah Ta’ala. Maka janganlah putus asa dari berdoa memohon kesehatan, tapi jika doa tidak kunjung dikabulkan maka kembali koreksilah dirimu, periksa dosa-dosamu.
Saya tunjukan suatu perkara pada kalian yang jika kalian melakukannya maka akan datng kesembuhan insyaallah. Perkara itu adalah hendaknya engkau bangun dan shalat di sepertiga malam terakhir, engkau menyeru Rabbamu dan sujud tersungkur di hadapan-Nya, karena Allah Ta’ala itu maha baik dan maha penyayang. Karena Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada saat sepertiga malam terakhir sembari berfirman: “Apakah ada orang yang berdoa sehingga Aku mengabulkannya, apakah ada orang yang meminta sehingga Aku memberinya, apakah ada yang meminta ampun sehingga aku mengampuninya.” Betapa Allah Ta’ala memuliakan kita dengan kemurahan-Nya. Inilah waktu yang tepat untuk berdoa sehingga segera dikabulkan. Maka sadarkanlah kalbu kalian, jangan menjadi orang yaang banyak berleha-leha, lalai dan banyak main-main. Jika kita berlambat-lambat maka kitalah yang akan terlambat, bukannya kita ditinggal tapi kita sendirilah yang membuat kita terlambat meraih anugerah Allah Ta’ala yang sangat luas. Wallahu ‘alam bishawab.
Diterjemahkan oleh
‘Umar Al-Indunisy
Darul Hadits – Ma’bar, Yaman
Sumber :  http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/08/12/aku-sudah-berobat-dan-berdoa-tapi-belum-sembuh-juga/
* * *

baca juga : manusia yang paling berat cobaanya

Friday, November 30, 2012

Potret indahnya perkataan salaf

Sesungguhnya generasi paling mulia adalah generasi Nabi dan para sahabatnya, kemudian dua generasi yang mengikutinya, tidak dapat dipungkiri karena hal itu memang sudah tertera dalam hadits Nabi yang tidak jarang pula kita menyimaknya “Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (Muttafaq ‘alaih).

berikut ini sekelumit dari cara bersikap dan interaksi para Salaf (Generasi/Ulama Terdahulu) yang menggambarkan kecerdasan dalam bersikap, santun dalam berbicara, dan zuhud dalam kehidupan.

Salaf dan Keikhlasan
Generasi salaf adalah generasi yang sangat menjaga aktifitas hati. Seorang lelaki pernah bertanya kepada Tamim Ad-Daari tentang shalat malam beliau. Dengan marah ia berkata: “Demi Allah satu rakaat yang kukerjakan di tengah malam secara tersembunyi, lebih kusukai daripada shalat semalam suntuk kemudian pagi harinya kuceritakan kepada orang-orang!”
Ar-Rabi` bin Khaitsam berkata: “Seluruh perbuatan yang tidak diniatkan mencari ridha Allah, maka perbuatan itu akan rusak!”
Mereka tahu bahwa hanya dengan keikhlasan, manusia akan mengikuti, mendengarkan dan mencintai mereka. Imam Mujahid pernah berkata: “Apabila seorang hamba menghadapkan hatinya kepada Allah, maka Allah akan menghadapkan hati manusia kepadanya.”
Dan telah diketahui, menjaga amalan hati amatlah berat karena diri seakan-akan tidak mendapat bagian apapun darinya. Sahal bin Abdullah berkata: “Tidak ada satu perkara yang lebih berat atas jiwa daripada niat ikhlas, karena ia (seakan-akan -red.) tidak mendapat bagian apapun darinya.”
Sehingga Abu Sulaiman Ad-darani berkata:” Beruntunglah bagi orang yang mengayunkan kaki selangkah, dia tidak mengharapkan kecuali mengharap ridha Allah!
Mereka juga sangat menjauhkan diri dari sifat-sifat yang dapat merusak keikhlasan, seperti gila popularitas, gila kedudukan, suka dipuji dan diangkat-angkat.
Ayyub As-Sikhtiyaani berkata: “Seorang hamba tidak dikatakan berlaku jujur jika ia masih suka popularitas.” Yahya bin Muadz berkata: “Tidak akan beruntung orang yang memiliki sifat gila kedudukan.” Abu Utsman Sa`id bin Al-Haddad berkata: “Tidak ada perkara yang memalingkan seseorang dari Allah melebihi gila pujian dan gila sanjungan.”
Oleh karena itulah ulama salaf sangat mewasiatkan keikhlasan niat kepada murid-muridnya. Ar-Rabi` bin Shabih menuturkan: Suatu ketika, kami hadir dalam majelis Al-Hasan Al-Bashri, kala itu beliau tengah memberi wejangan. Tiba-tiba salah seorang hadirin menangis tersedu-sedu. Al-Hasan berkata kepadanya: “Demi Allah, pada Hari Kiamat Allah akan menanyakan apa tujuan anda menangis pada saat ini!”
Salaf dan Taubat
Setiap Bani Adam pasti bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat kepada Allah. Demikianlah yang disebutkan Rasulullah dalam sebuah hadits shahih. Generasi salaf adalah orang yang terdepan dalam masalah ini!
`Aisyah berkata: “Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak diisi dengan istighfar.” Al-Hasan Al-Bashri pernah berpesan: “ Perbanyaklah istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!”
Tangis Generasi Salaf
Generasi salaf adalah generasi yang memiliki hati yang amat lembut. Sehingga hati mereka mudah tergugah dan menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Terlebih tatkala membaca ayat-ayat suci Al-Qur`an.
Ketika membaca firman Allah: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” (QS. Al-Ahzab : 33) `Aisyah menangis tersedu-sedu hingga basahlah pakaiannya.
Demikian pula Ibnu Umar , ketika membaca ayat yang artinya: Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka).” (QS. Al-Hadid : 16) Beliau menangis hingga tiada kuasa menahan tangisnya.
Ketika beliau membaca surat Al-Muthaffifin setelah sampai pada ayat yang artinya: Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” (QS. Al-Muthaffifiin : 5-6) Beliau menangis dan bertambah keras tangis beliau sehingga tidak mampu meneruskan bacaannya.
Salaf dan Tawadhu`
Pernah disebut-sebut tentang tawadhu` di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara ia berkata kepada mereka: “Saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu`!” Mereka berkata: “Apa itu tawadhu` wahai Abu Sa`id?” Beliau menjawab: “Yaitu setiap kali ia keluar rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.”
Ibnul Mubarak pernah ditanya tentang sebuah masalah di hadapan Sufyan bin Uyainah, ia berkata: “Kami dilarang berbicara di hadapan orang-orang yang lebih senior dari kami.”
Al-Fudhail bin Iyadh pernah ditanya: “Apa itu tawadhu`?” Ia menjawab: “Yaitu engkau tunduk kepada kebenaran!”
Mutharrif bin Abdillah berkata: “Tidak ada seorangpun yang memujiku kecuali diriku merasa semakin kecil.”
Salaf dan Sifat Santun
Pada suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Aziz memasuki masjid. Ia melewati seorang lelaki yang tengah tidur nyenyak. Lelaki itu terbangun dan berkata: “Apakah engkau gila!” Umar menjawab: “Tidak “ Namun para pengawal berusaha meringkus lelaki itu. Namun Umar bin Abdul Aziz mencegah mereka seraya berkata: “Dia hanya bertanya: Apakah engkau gila! dan saya jawab: Tidak.”
Seorang lelaki melapor kepada Wahab bin Munabbih: “Sesungguhnya Fulan telah mencaci engkau!” Ia menjawab: “Kelihatannya setan tidak menemukan kurir selain engkau!”
Salaf dan Sifat Zuhud
Yusuf bin Asbath pernah mendengar Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Aku tidak pernah melihat kezuhudan yang lebih sulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita banyak menemui orang-orang yang zuhud dalam masalah makanan, minuman, harta dan pakaian. Namun ketika diberikan kekuasaan kepadanya maka iapun akan mempertahankan dan berani bermusuhan demi membelanya.”
Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang lelaki yang memiliki seribu dinar apakah termasuk zuhud? Beliau menjawab:” Bisa saja, asalkan ia tidak terlalu gembira bila bertambah dan tidak terlalu bersedih jika berkurang.”

Monday, November 12, 2012

Ragu Belajar Ilmu Agamamu?

Tidak di ragukan lagi sesungguhnya orang yang sukses adalah yang diberikan oleh Alloh Ta’ala jalan kepada kebenaran, karena sesungguhnya kebaikan ada di tangan Alloh dan diberikan kepada siapa saja hambaNYA yang dikehendaki, oleh karena itu dari doa yang telah dipanjatkan oleh Rasululloh :


اللهم يا مقلّب القلوب, ثبّت قلبي على دينك

‘’Ya Alloh Dzat yang membolak balikan hati, tetapkanlah hatiku diatas agamaMU”[1]
Dan seperti yang diketahui bersama bahwa ilmu ada 2 macam: ilmu syar’i (ilmu agama) dan ilmu dunia.
Ilmu Dunia : Matematika, Astronomi, Biologi, dan yang lainya dari ilmu-ilmu duniawi yang dibutuhkan manusia di kehidupanya. Dan permasalahan didalam ilmu ini adalah ringan. Benar, karena tanpa dipungkiri lagi akan pentingnya ilmu tersebut dan kebutuhan manusia untuk mempelajarinya, akan tetapi kebutuhan akan ilmu duniawi tidak dapat menyamai kebutuhan manusia kepada ilmu agama, barangsiapa yang mempelajari ilmu dunia untuk memberikan manfaat orang lain akan mendapatkan pahala, dan barang siapa mempelajari ilmu dunia untuk dirinya sendiri tidak mendapatkan dosa.
Ilmu Agama : Ilmu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah (Hadits); maka tidak diragukan bahwa inilah yang terpenting, dan inilah yang dimaksudkan dalam sabda nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam yang mengatakan :


 طلب العلم فريضة على كل مسلم

Menuntut ilmu wajib untuk setiap muslim”[2]
Dan (ilmu agama) adalah warisan para nabi ; dan telah datang dari Hadits Nabi Muhammad :


انّ الانبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما, و انما ورّثوا العلم , فمن أخذه أخذ بحذّ وافر

Sesungguhnya para nabi bukanlah mewariskan Dinar maupun Dirham (harta), akantetapi mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambil ilmu itu dia telah mengambil bagian yang banyak.”[3]
Dan tentunya barangsiapa yang berjalan untuk menempuh ilmu tersebut dia telah beruntung, dan berada didalam kebaikan –ان شاء الله- jika dia senantiasa Ikhlas dalam perbuatanya untuk Alloh Ta’ala, dan tidak menginginkan sesuatu melainkan pahala Alloh dan kebahagiaan di akherat.
Keutamaan Ilmu Syar’I (Agama)
Maka diketahui darinya menuntut ilmu mempunyai keutamaan yang agung, dan barang siapa diberikan kesempatan untuk menuntutnya dialah orang yang beruntung. Sehingga cukuplah bagi penuntut ilmu kemuliaan karena dia dimudahkan jalan untuk menuju ke syurga, Nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam bersabda :


من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له طريقا إلى الجنة

Barangsiapa meniti sebuah jalan ditujukan kepadanya Ilmu, maka Alloh akan mudahkan jalan untuknya dengan ilmu tersebut jalan menuju syurga”[4]
Dan tidak akan pernah sama keringat yang dihasilkan penuntut ilmu dengan orang yang bodoh (dari ilmu agama). Alloh Ta’ala berfirman :


            قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui‘[5]
Maksudnya : tidak akan pernah sama antara yang mengetahui dan yang tidak mengetahui, sepertihalnya tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati, orang yang bisa mendengar dan orang yang tuli, orang yang bisa melihat dan orang yang buta, maka dari itu Alloh Ta’ala berfirman :


يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات

Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang diberi karunia ilmu sebanyak beberapa derajat”[6]
Dari hal tersebut jika kita melihat didunia ini mereka para pakar ilmu maupun ulama dipuji disetiap tempat. Begitupula di akherat, maka tidak diragukan mereka diberikan derajat yang tinggi disyurga.
Dan sebagai penutup, cukuplah bagi penuntut ilmu merasa bangga, karena Alloh telah menginginkan kebaikan darinya, sebagaimana telah dikhabarkan dari Nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam  dalam sabdanya :


من يرد اللّه به خيرا يفقهه في الدين

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan (darinya) maka akan difahamkan (untuknya) ilmu agama.”[7]

 

Penulis: Ibnu Syawal
Artikel www.nurussunnah.com



[1] Tirmidzi derajatnya hasan
[2] Ibnu Majah, no:224, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah
[3] HR. Abu Dawud no:3641, dan ini lafazhnya; Tirmidzi no:3641; Ibnu Majah no: 223; Ahmad 4/196; Darimi no: 1/98. Dihasankan Syeikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 2/470, hadits no: 1388
[4] HR. Muslim (no. 2699) dan selainnya, dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu
[5] Qs. Az-Zumar: 9
[6] Qs. Al-Mujadilah: 11
[7] Hadits shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (no. 71, 3116, 7312), Muslim (no. 1037), Ahmad (IV/92, 95, 96), Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (I/122-123, no. 84), dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu’anhu