Showing posts with label Comes2mind. Show all posts
Showing posts with label Comes2mind. Show all posts

Monday, June 16, 2014

Pertanyaan Tentang Puasa Ibu Hamil

Soal:
Berkenaan dengan ibu hamil di bulan Ramadhan, apakah terdapat keringanan agar ibu hamil tidak ikut berpuasa? jika ada keringanan maka di bulan ke-9 dari kehamilan atau di semua bulan?lalu apakah menggantinya dengan Qadha’ atau hanya memberi makan orang miskin saja, lalu berapa takarannya? dan keadaan saya yang tinggal di daerah yang panas apakah dapat berpengaruh pada kehamilan jika berpuasa? kami memohon kepada Allah kemudian dari Anda jawabannya.

Jawaban:
Jika ditakutkan ibu yang hamil atas dirinya atau janinnya akan terjadi kecelakaan dikarenakan dia berpuasa maka baginya tidak berpuasa dan harus menggantinya (qadha’) , entah dia dari negara yang panas ataupun dingin suhunya, dan tidak ada ketetapan pada bulan ke-berapa dia boleh tidak berpuasa, maka yang menjadi sorotan apakah dengan itu dia mampu atau malah keberatan/dapat celaka, dan entah hanya beberapa hari yang dia merasa keberatan. Karena keadaan dia sama denan orang yang sedang sakit, Allah berfirman :
(Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan maka menggantinya di hari lain) QS: Al Baqoroh 185)
Lajnah Daimah (10/222)



السؤال : بالنسبة للحامل في أيام رمضان هل يوجد لها رخصة في الإفطار، وإذا كان يوجد لها هل هي في أشهر معلومة من التسعة أم على مدى الأشهر كلها، وإذا كان توجد لها رخصة هل يلزمها القضاء أم الإطعام، وما مقدار الإطعام، وبالنسبة إنا بأرض حارة، فهل للصيام تأثير على الحوامل؟ نأمل من الله ثم منك الإجابة.
الإجابة : الجواب: إذا خافت الحامل على نفسها أو على جنينها ضرراً من الصيام في رمضان أفطرت وعليها القضاء، سواء كان ذلك في بلاد حارة أم لا، ولم يحدد ذلك بأيام من شهور حملها، فالعبرة بحالها وما تتوقعه من الضرر أو الحرج، وشدة المشقة قلت الأيام أو كثرت؛ لأنها كالمريض، وقد قال تعالى:﴿ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ﴾[ سورة البقرة الآية 185] اللجنة الدائمة(10/222)

Tuesday, May 13, 2014

Doa Istiftah

# Doa ini dibaca oleh orang yang mengerjakan shalat setelah Takbiratul Ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah

# Hukumnya sunnah menurut Jumhur Fuqaha (Ahli Fikih)
(Imam Nawawi, al majmu syarah muhadzab)


# Dan telah tertera dengan lafazh yang berbeda-beda dari Nabi 





1.      اللهم باعد بيني وبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب، اللهم نقني من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، اللهم اغسل خطاياي بالماء والثلج والبَرَد.

 Allahumma baa’id baynii wa bayna khothoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khothoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khothoyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod.
 
(artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun).”
(HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598, Dari sahabat Abu Hurairah)
-Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya “Al Fath” : Dan hadits Abu Hurairah ini adalah yang paling sahih dalam hal itu (bacaan istiftah)-

Monday, March 17, 2014

Istriku Bukan Bidadari, Tapi Aku Pun Bukan Malaikat (2)



Saudaraku, berbahagia dan berbanggalah dengan pasangan hidup Anda, karena pasangan hidup Anda adalah wanita terbaik untuk Anda!

Anda tidak percaya? Silakan Anda membuktikannya. Bacalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini, lalu terapkanlah pada istri Anda.

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Tidak pantas bagi lelaki yang beriman untuk meremehkan wanita yang beriman. Bila ia tidak menyukai satu perangai darinya, pasti ia puas dengan perangainya yang lain.” (Hr. Muslim)

Saudaraku, Anda kecewa karena istri Anda kurang pandai memasak? Tidak perlu khawatir, karena ternyata istri Anda adalah penyayang.

Anda kurang puas dengan istri Anda yang kurang pandai mengurus rumah dan kurang sabar? Tidak usah berkecil hati, karena ia begitu cantik rupawan.

Anda berkecil hati karena istri Anda kurang cantik? Segera besarkan hati Anda, karena ternyata istri Anda subur sehingga Anda mendapatkan karunia keturunan yang shalih dan shalihah. Coba Anda bayangkan, betapa besar penderitaan Anda bila Anda menikahi wanita cantik akan tetapi mandul.

Demikianlah seterusnya.

Tidak etis dan tidak manusiawi bila Anda hanya pandai mengorek kekurangan istri, namun Anda tidak mahir dalam menemukan kelebihan-kelebihannya. Buktikan Saudaraku, bahwa Anda benar-benar seorang suami yang berjiwa besar, sehingga Anda peka dan lihai dalam membaca kelebihan pasangan Anda.

Dahulu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu peka dan mahir dalam membaca segala hal, termasuk suasana hati istrinya. Aisyah mengisahkan,

قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنِّي لَأَعْلَمُ إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً، وَإِذَا كُنْتِ عَلَيَّ غَضْبَى . قَالَتْ: فَقُلْتُ مِنْ أَيْنَ تَعْرِفُ ذَلِكَ، فَقَالَ: أَمَّا إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً فَإِنَّكِ تَقُولِيْنَ لاَ وَرَبِّ مُحَمَّدٍ، وَإِذَا كُنْتِ غَضْبَى قُلْتِ لاَ وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ. قَالَتْ: قُلْتُ أَجَلْ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا أَهْجُرُ إِلاَّ اسْمَكَ

“Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Sungguh, aku mengetahui bila engkau ridha kepadaku, demikian pula bila engkau sedang marah kepadaku.’ Spontan, Aisyah bertanya, ‘Darimana engkau dapat mengetahui hal itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Bila engkau sedang ridha kepadaku, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad. Adapun bila engkau sedang dirundung amarah, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’’ Mendengar penjelasan ini, Aisyah menimpalinya dan berkata, ‘Benar, sungguh demi Allah, wahai Rasulullah, ketika aku marah, tiada yang aku tinggalkan, kecuali namamu saja.’” (Muttafaqun ‘alaihi)

Demikianlah teladan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau begitu peka dengan suasana hati istrinya, sehingga beliau bisa membaca isi hati istrinya dari ucapan sumpahnya. Walaupun Aisyah berusaha untuk menyembunyikan isi hatinya, tetap bermanis muka, senantiasa berada di sanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berbicara seperti biasa, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat menebak suasana hatinya dari perubahan cara bersumpahnya. Luar biasa, perhatian, kejelian, dan kepekaan yang tidak ada bandingnya.

Tidak mengherankan, bila beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Orang terbaik di antara kalian ialah orang yang terbaik dalam memperlakukan istrinya, dan aku adalah orang terbaik di antara kalian dalam memperlakukan istriku.” (Hr. At-Tirmidzi)

Bagaimana dengan Anda, Saudaraku? Dengan apa Anda dapat mengenali dan meraba suasana hati pasangan Anda?

Rp 68.486.250.000 = Sandal Jepit

Warisan 1.050.000 DIRHAM Berganti Sandal Jepit

Al-Hafizh Ibnu 'Adi rahimahullah menyebutkan bahwa ayahnya Imam Yahyah bin Ma'in (yakni Ma'in) mewariskan untuknya, warisan yang sangat banyak, 1.050.000 (satu juta lima puluh ribu) DIRHAM dan ia dihabiskan SEMUA NYA UNTUK BIAYA MENCARI HADITS SEHINGGA TIDAK ADA YANG TERSISA, KECUALI HANYA SANDAL YANG DIPAKAI NYA."

Imam Ali Al-Madini rahimahullah berkata : "Aku tidak menemukan orang menulis hadits seperti apa yang ditulis oleh Yahya bin Ma'in. Ayah nya, yakni Ma'in meninggalkan warisan untuk Yahya 1.050.000 dirham yang dia (yahya) habiskan untukmencari hadits hingga tidak ada yang tersisa selain dari sandal yang dia pakai." [Perjalanan Ulama Menuntut Ilmu hal 194, cet Darul Falah]

Ini dia penuntut ilmu hadits....

Menurut website Geraidinar, SATU Dirham sekarang jual Rp 65.225

Kalau di kalikan, 1.050.000 x Rp 65.225 = Rp 68.486.250.000

Kalau sebanyak ini biaya belajar sekarang, kita bisa buat perpustakaan hadits sebesar lapangan bola....

Allahu Akbar... begitulah pengorbanan para Ulama Ahli Hadits didalam menuntut ilmu, mencari hadits...

Lalu kenapa kita sekarang tidak mau membeli kitab hadits Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam...?





sumber

Saturday, March 15, 2014

Imam Ath Thobari

Siapa yang tidak kenal kitab Tafsir Terbaik didalam Islam....? 

Yakni Jami'ul Bayan an Ta'wil Aya al-Quran atau yang lebih dikenal dengan nama Tafsir Ath-Thabari.

Buah karya Imam Abi Ja'far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari rahimahullah

Banyak kisah menarik seputar perjalanan beliau didalam menuntut ilmu, berikut satu diantara kisah nya.

KISAH 8 : IBNU JARIR ATH-THABARY

Abu Muhammad Al-Firghani Rahimahullah berkata : “Imam Ibnu
Jarir Ath-Thabari Rahimahullah melakukan perjalan (rihlah untuk
menuntut ilmu) ketika usianya baru dua belas tahun. Ayahnya
mengizinkan nya untuk pergi selama hidupnya, dia (ayahnya)
mengirimkan sesuatu sebagai bekal untuk belajar. Ibnu Jarir
bercerita : “(Pernah) terjadi keterlambatan (kiriman) nafkah dari
orangtua saya, sehingga saya terpaksa merobek kedua kantong
jubah saya dan menjualnya (untuk biaya belajar).” [Tadzkiratul
Huffazh (3/711), Adz-Dzahabi] 

[Silahkan download di Pustaka Ibnu Firdaus, file 20 Kisah Para Ulama jilid 1]

Sekarang kita tidak perlu merobek kantong untuk biaya belajar, terutama belajar kitab tafsir . Kita hanya perlu mengeluarkan sebagian uang untuk membeli kitab nya? atau kalau tidak mampu, download pdf nya?

Alangkah nikmatnya menjadi penuntut ilmu pada zaman ini, kitab tersedia, hanya tinggal memotivasi dan menyemangati diri sendiri saja lagi....

Copas fb


Friday, March 14, 2014

Merasa sial

Merasa sial

Pertanyaan:
Apakah hukum berpikiran akan terjadinya sesuatu yang buruk karena adanya suatu kejadian?
Khususnya jika ada burung yang melintas atau percaya nasib baik pada hari-hari tertentu dan angka-angka bilangan tertentu dsb..?


Jawaban:
Ini adalah khurofat -dan contoh-contoh semisalnya banyak- dan itu adalah perasaan yang terlarang di dalam syariat islam.
Dan khurofat-khurofat seperti ini yang terjadi pada manusia banyak tanpa ada batasnya:
- diantara mereka ada yang merasa celaka ketika melihat burung Hantu atau kucing hitam.
- diantara mereka ada yang merasa celaka dengan mendengar suara gagak atau burung hantu
- dintara mereka ada yang merasa celaka/sial dengan bilangan tertentu seperti angka 13 , atau waktu tertentu seperti takut akan hari rabu, atau takut dengan bulan syawwal dan melarang unuk menikah di dalamnya, atau takut dengan suatu tempat bekas terjadinya kejahatan tertentu.
- diatara mereka ada yang merasa sial dengan sifat oranglain, seperti merasa takut sial setelah melihat orang buta atau botak, dan merasa sial setelah melihat orang miskin dan pengemis.

Thursday, March 13, 2014

Pendidikan Anak Adalah Tanggung Jawab Yang Besar



Pertanyaan:
Dewasa ini banyak dari para Ayah / Orang Tua tersibukkan dengan pekerjaannya, sehingga tidak sempat mengajari anak-anaknya atau sekedar menemani mereka belajar, apakah hal seperti ini termasuk menyia-nyiakan hak anak?

Jawab:
Ungkapan “tersibukkan dengan pekerjaannya” perlu kita cermati: Apakah yang lebih besar, pekerjaan atau anak-anaknya?

Tanggung jawab terhadap anak lebih besar daripada tanggung jawab terhadap perniagaannya, maka ingin kami tanyakan apakah yang diharapkan dari perniagaannya itu? Bukankah ia mengharap agar dapat member nafkah  dirinya dan keluarganya, iya dan itu adalah makanan untuk badan.
Namun disamping itu yang lebih penting adalah makanan untuk hati, makanan untuk jiwa, yang dapat membuahkan iman dan amal shalih pada diri anak-anaknya.


Thursday, March 6, 2014

Mengejar Dunia | Untaian Nasehat Islam

Mutiara Hati

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊  
🌸Mutiara Hati
💝"APA Yang Kau Cari...Saudaraku??? "


👉Sudah di gunung, pantai kau rindukan
👉Tiba di pantai, gunung yang kau inginkan

👉Saat kemarau, kau tanya kapan hujan
👉Diberi hujan, kemarau kau tanyakan

👉Sudah tenang di rumah, pengin pergi
👉Begitu pergi, kau ingin ke rumah kembali

👉Sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari
👉Keramaian kau temukan, ketenangan kau rindui

👍Apa yang sebenarnya yang kau cari?

👉Belum berkeluarga mncari istri/suami
👉Sudah berkeluarga, ngeluh anak belum diberi
👉Dapat anak, ngeluh lagi kurang rejeki
………………………….
🌹👉Ternyata sesuatu tampak indah karena belum kita miliki

💝Kapankah kebahagiaan akan didapatkan?

👉Kalau yang belum ada selalu kita pikirkan..
👉Sedang Yang sudah diberi Allah kita abaikan?

👉Bukankah telah banyak yang kau dapatkan?

💝Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR
Karena kesyukuran akan membuatmu subur

🌹Mungkinkah selembar daun bisa menutup bumi?
Sedang kau tak bisa menutup telapak tangan sendiri

Tetapi saat selembar daun kecil menempel di mata 
Maka bumi yang luas seperti tertutup semua

👉Begitu juga bila hatimu ditutupi keburukan
Seolah-olah yang cocok denganmu selalu kejelekan

Seluruh bumi seolah tak ada kebaikan
Padahal ternyata cuma hatimu yang ketutupan

👉Jangan tutup matamu dengan daun kecil

👉Jangan tutup hatimu dengan kotoran secuil

👉Syukuri nikmat Allah, meski kelihatan mungil

👉Terus istiqomah dengan sunnah maka kelak kau berhasil

👉Bila buruk hatimu, buruk pula akhlaqmu

👉Bila tertutup hatimu, tertutuplah segala sesuatu

👉Syukurilah semua apa yang ada padamu
Dari situ engkau memuliakan dirimu

👉Belajarlah berterimakasih kepada Allah Ta’ala
Sebagai modal untuk meMULIAkan-NYA.
Karena hidup adalah: "WAKTU" yang dipinjamkan
Dan harta adalah: "ANUGERAH" yang dipercayakan.
                ⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Sunday, January 26, 2014

Makna Ibu Dalam Hidup Kita





Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.


Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang……… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Makhluk Dahsyat di Muka Bumi (iBu)



شهر عالمي "nama bulan dalam setahun"


Berikut ini adalah nama-nama bulan (شهر عالمي) dan penulisannya dalam bahasa arab:

Januari = يناير


Februari = فبراير


Maret = مارس


April = أبريل


Mei = مايو


Juni = يونيو


Juli = يوليو

 

Thursday, August 8, 2013

Mengapa Selalu Yang Mengalah

Mendefinisikan sesuatu terkadang menjadi hal yang menyulitkan. Pikiran kita bersifat absurd dan susah untuk mengungkapkannya secara jelas. Oleh sebab itu, terkadang kita merasakan sesuatu yang kita tidak tahu apa itu. Nah, tugas seorang pemikir adalah mengungkapkan apa-apa yang susah diungkap itu. Sebenarnya kita semua adalah pemikir-pemikir kreatif yang mempunyai potensi untuk mengungkap berbagai rahasia pikiran. Hanya saja, kita kurang mengetahui ilmunya dan kurang belajar untuk itu.

Sepertinya perlu untuk menjadi pemikir kreatif untuk mendefinisikan arti mengalah. Sebuah kalimat yang mempunyai arti berlawanan dengan kata dasarnya, yaitu kalah. Kata me- yang mendampingi kata kalah justru menjadikan artinya bukan lagi kalah, tapi menang. Kenapa menang? Sebab, kemenanganlah yang didapatkan orang yang mau mengalah. Kembali kepada definisi, menurut saya, mengalah adalah sikap mental seseorang dalam meninggalkan hal yang sebenarnya bisa dia lakukan. Mengalah berbeda dengan kalah, kalah bersifat terpaksa, sedang mengalah bersifat alternatif.


Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang mengalah. Alasan yang pertama, adanya kemaslahatan atau manfaat yang sangat besar dengan sikap itu. Manfaat itu bisa berbentuk ukhrowi ataupun duniawi. Manfaat duniawi bisa berupa hubungan baik, kemudahan dan lain-lain. Komunitas dengan adanya sikap saling mengalah adalah sebuah komunitas yang sehat. Apa jadinya kalau tidak ada sifat mengalah di dalam sebuah komunitas? Pasti terjadi sebuah kekacauan.

Monday, August 5, 2013

Renungan Untuk Para Karyawan dan Pekerja

Kaidah baku yang menjadi acuan dalam hal ini adalah sebuah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ إِلَّا شَرْطًا حَرَّمَ حَلَالًا، وَأَحَلَّ حَرَامًا

Setiap muslim harus menyesuaikan diri dengan kesepakatan yang dia setujui. Kecuali kesepakatan yang mengharakan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR. at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir).

Seorang mukmin dalam berinteraksi dengan sesama, tidak bisa lepas dari dua aturan: aturan syariat dan aturan yang dibuat bersama. Keduanya mengikat, dan tidak boleh saling bertentangan. Jika sampai terjadi pertentangan, maka aturan syariat, lebih diunggulkan. Sebaliknya, ketika di sana tidak ada aturan syariat yang mengikat, kedua belah pihak boleh membuat aturan lainnya sesuai dengan kesepakatan.

       Agar lebih mudah dipahami, berikut bebarapa contoh terkait penerapan kaidah di atas.
Dalam perusahaan X, ditetapkan aturan bahwa setiap karyawan wajib masuk jam 08.00, pulang jam 16.00. Anda jangan bertanya, mana dalil aturan ini? Karena jelas, aturan ini tidak ada dalam Alquran dan sunah. Meskipun demikian, setiap karyawan yang sepakat dengan aturan ini, wajib mentaatinya. Karena aturan ini, 100% tidak mengandung unsur menghalalkan apa yang diharamkan atau mengharamkan apa yang dihalalkan.

Saturday, August 3, 2013

Hiburan bagi yang Mendapatkan Musibah

Berikut adalah beberapa nasehat dari ayat al Qur’an, hadits dan perkataan ulama yang semoga bisa menghibur setiap orang yang sedang mengalami musibah.

Musibah Terasa Ringan dengan Mengingat Penderitaan yang Dialami Orang Sholih
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لِيَعْزِ المسْلِمِيْنَ فِي مَصَائِبِهِمْ المصِيْبَةُ بي
“Musibah yang menimpaku sungguh akan menghibur kaum muslimin.”[1]
Dalam lafazh yang lain disebutkan.
مَنْ عَظَمَتْ مُصِيْبَتُهُ فَلْيَذْكُرْ مُصِيْبَتِي، فَإِنَّهَا سَتَهَوَّنُ عَلَيْهِ مُصِيْبَتُهُ
“Siapa saja yang terasa berat ketika menghapi musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku. Ia akan merasa ringan menghadapi musibah tersebut.”[2] Ternyata, musibah orang yang lebih sholih dari kita memang lebih berat dari yang kita alami. Sudah seharusnya kita tidak terus larut dalam kesedihan.

Semakin Kuat Iman, Memang Akan Semakin Terus Diuji
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »
“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”[3]


Di Balik Musibah, Pasti Ada Jalan Keluar
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Tuesday, July 30, 2013

Jujur dan Tinggalkan Dusta

Jujur adalah sebuah ungkapan yang acap kali kita dengar dan menjadi pembicaraan. Akan tetapi bisa jadi pembicaraan tersebut hanya mencakup sisi luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari makna jujur itu sendiri. Apalagi perkara kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak ataupun muamalah; di mana yang terakhir ini memiliki banyak cabang, seperti perkara jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan sebagainya.

Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka.

Maka jika telah banyak kesalahan yang telah kamu lakukan, jika telah banyak kedzaliman yang telah kamu perbuat kepada manusia, dan jika telah banyak dosa yang telah kamu kerjakan

dan kamu ingin bertaubat..

maka berbuatlah kejujuran dan tinggalkanlah dusta.

dengarkan cerita yang menarik tentang kejujuran di :
Pelajaran tentang kejujuran




dengarkan pula pelajaran-pelajaran yang menarik lainya dari buku bahjatun nadhirin :
Pembahasan Bahjatun Nadhirin


Sunday, June 30, 2013

Sampai Kapan Mau Korea ..!!

“Gssss…..ga nyangka akan nulis tulisan ini..”
Demikian kutipan dari tulisan orang yang sejalan ama yang saya pikirkan sekarang.
Entah karena antara saking benci…benci banget,,,sampe suka, trus biasa aja —> bukan galau :o


Kalau temen2 pernah browsing tentang “Kosian” (bisa diliat di Wikipedia), Imigrasi ke Korea Selatan Kebanyakan imigran tidak memenuhi syarat untuk kewarganegaraan atau residensi bahkan permanen, kecuali mereka menikah dengan warga negara Korea Selatan atau telah menginvestasikan lebih dari $ 5 juta USD dalam ekonomi lokal. Pengecualian dibuat untuk mereka yang memberikan kontribusi bagi bangsa non-keuangan telah secara khusus diakui oleh Menteri Kehakiman, dan pemegang visa bisnis yang telah menginvestasikan lebih dari US $ 500.000. Imigran menghitung hanya sekitar 1% dari populasi yang tumbuh.
Mayoritas orang Korea menganggap orang Asia tenggara seperti Indonesia ini lebih rendah derajatnya. Well buat yang belum tahu, Kosian adalah istilah mereka untuk pernikahan antara Korea-Asian.
orang indo tidak menghargai budayanya sendiri kalau menurut ane sih karena budayanya tidak dilestarikan dan tidak diperhatikan *opini, tidak dikembangkan. Gimana mau memperhatikan kalau sudah yang di dahulukan budaya luar daripada punya sendiri (*read: yang pada cinta korea), apalagi hanya segelintir orang yang peduli terhadap budayanya dan berusaha melestarikannya, tapi tidak dihargai sehingga yang ada capek dan lelah sendiri.





kalaupun ada usaha untuk melestarikan budayanya adalah untuk "mewajibkan" orang untuk mengikuti budayanya, (itupun kalo pada mau).