Thursday, March 13, 2014

Pendidikan Anak Adalah Tanggung Jawab Yang Besar



Pertanyaan:
Dewasa ini banyak dari para Ayah / Orang Tua tersibukkan dengan pekerjaannya, sehingga tidak sempat mengajari anak-anaknya atau sekedar menemani mereka belajar, apakah hal seperti ini termasuk menyia-nyiakan hak anak?

Jawab:
Ungkapan “tersibukkan dengan pekerjaannya” perlu kita cermati: Apakah yang lebih besar, pekerjaan atau anak-anaknya?

Tanggung jawab terhadap anak lebih besar daripada tanggung jawab terhadap perniagaannya, maka ingin kami tanyakan apakah yang diharapkan dari perniagaannya itu? Bukankah ia mengharap agar dapat member nafkah  dirinya dan keluarganya, iya dan itu adalah makanan untuk badan.
Namun disamping itu yang lebih penting adalah makanan untuk hati, makanan untuk jiwa, yang dapat membuahkan iman dan amal shalih pada diri anak-anaknya.



Maka hendaknya diketahui bahwa Rasulullah bersabda:”Jika seorang Anak Adam mati terputuslah semua amalannya, kecuali 3 hal: Shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih mendoakan kebaikan untuk orang tuanya”.

Maka anak yang shalih  memberikan manfaat kepada orang tuanya saat mereka hidup maupun telah meninggal, dan itu hal yang lebih utama dan bermanfaat daripada menjaga harta saja.
Adapun harta bilamana dia adalah orang yang kaya maka ia dapatkan karena bekerja menjadi karyawan atau berdagang, namun jika tidak maka Allah-pun berfirman:
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

[Dari Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah]

No comments:

Post a Comment