Tuesday, May 13, 2014

Doa Istiftah

# Doa ini dibaca oleh orang yang mengerjakan shalat setelah Takbiratul Ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah

# Hukumnya sunnah menurut Jumhur Fuqaha (Ahli Fikih)
(Imam Nawawi, al majmu syarah muhadzab)


# Dan telah tertera dengan lafazh yang berbeda-beda dari Nabi 





1.      اللهم باعد بيني وبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب، اللهم نقني من الخطايا كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس، اللهم اغسل خطاياي بالماء والثلج والبَرَد.

 Allahumma baa’id baynii wa bayna khothoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khothoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khothoyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod.
 
(artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun).”
(HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598, Dari sahabat Abu Hurairah)
-Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya “Al Fath” : Dan hadits Abu Hurairah ini adalah yang paling sahih dalam hal itu (bacaan istiftah)-



2.      سبحانك اللهم وبحمدك، وتبارك اسمك، وتعالى جدُّك، ولا إله غيرك.

Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta’ala jadduka wa laa ilaha ghoiruk”

(artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau).
(HR. Muslim no. 399, Dari Aisyah).

3.      وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفاً وما أنا من المشركين، إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين، لا شريك له وبذلك أمرت وأنا من المسلمين. ، وفي رواية: وأنا أول المسلمين

"Wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samawaati wal ardhi hanifau wama ana minal musyrikin, inna sholaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi robbil 'alamiin, laa syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin, atau wa ana minal muslimin."

 “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri , dan dalam riwayat lain dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allâh)"
HR. Muslim dari sahabat Ali bin Abi Thalib

# Maka saat mengerjakan Istiftah kita bisa menggunakan istiftahnya Umar, di waktu lain bias menggunakan Istiftah dari riwayatnya Ali atau di waktu lain menggunakan riwayatnya Abu Hurairah, hal yang seperti itu lebih baik.
(Ibnu Taimiyah, Majmu Fatawa)


No comments:

Post a Comment