Hari ini siswa kelas IX baru aja menerima pengumuman kelulusan UN mereka.
Terlihat kegembiraan di mata-mata siswa dan orang tua, tapi bagi saya hari ini
bukanlah hari yang menggembirakan seperti halnya yang mereka rasakan, karena
selain gembira 100% mereka lulus saya juga merasa sedih dengan perpisahan di
antara kita (apaan sih..).
Kalo bicara tentang pelepasan/Akhir sanah kelas IX nih bagi saya
bisa dimisalkan seperti main layang-layang, wah berati meraka anak Al4y (anak
layangan) dong, haha ga gitu juga kali. Tapi tidak seperti biasanya seorang
yang main layangan, karena kali ini harus melepas layang-layang tanpa benang ..
maka hal tersebut tidak akan terlepas dari 3 hal:
1. Layangan itu akan terbang tinggi
dan semakin tinggi,kemudian turun dengan tenang ke tangan pemilik layang-layang
tersebut. Artinya adalah ketika kalian beranjak dari sekolah ini kalian
akan terus belajar menjadi pintar dan semakin pintar sehingga ketika kalian
sudah sukses akan kembali ke sekolah ini dan melanjutkan perjuangan guru-guru
kalian yang terdahulu membangun sekolah ini. Hal ini tidak jarang ditemukan,
kita ambil saja contoh beberapa murid Syeikh Bin Baaz yang melanjutkan
perjuangan gurunya menebarkan ilmu di Madinah kota Nabi, muridnya sy Ibnu
Utsaimin yang melanjutkan madrasah gurunya di Unaizah mekah, atau murid sy
Muqbil di Zaman. Yang pertama ini menurut saya yang paling bagus, dan mulia.