Tuesday, July 30, 2013

Jujur dan Tinggalkan Dusta

Jujur adalah sebuah ungkapan yang acap kali kita dengar dan menjadi pembicaraan. Akan tetapi bisa jadi pembicaraan tersebut hanya mencakup sisi luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari makna jujur itu sendiri. Apalagi perkara kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak ataupun muamalah; di mana yang terakhir ini memiliki banyak cabang, seperti perkara jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan sebagainya.

Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka.

Maka jika telah banyak kesalahan yang telah kamu lakukan, jika telah banyak kedzaliman yang telah kamu perbuat kepada manusia, dan jika telah banyak dosa yang telah kamu kerjakan

dan kamu ingin bertaubat..

maka berbuatlah kejujuran dan tinggalkanlah dusta.

dengarkan cerita yang menarik tentang kejujuran di :
Pelajaran tentang kejujuran




dengarkan pula pelajaran-pelajaran yang menarik lainya dari buku bahjatun nadhirin :
Pembahasan Bahjatun Nadhirin


Sunday, June 30, 2013

Sampai Kapan Mau Korea ..!!

“Gssss…..ga nyangka akan nulis tulisan ini..”
Demikian kutipan dari tulisan orang yang sejalan ama yang saya pikirkan sekarang.
Entah karena antara saking benci…benci banget,,,sampe suka, trus biasa aja —> bukan galau :o


Kalau temen2 pernah browsing tentang “Kosian” (bisa diliat di Wikipedia), Imigrasi ke Korea Selatan Kebanyakan imigran tidak memenuhi syarat untuk kewarganegaraan atau residensi bahkan permanen, kecuali mereka menikah dengan warga negara Korea Selatan atau telah menginvestasikan lebih dari $ 5 juta USD dalam ekonomi lokal. Pengecualian dibuat untuk mereka yang memberikan kontribusi bagi bangsa non-keuangan telah secara khusus diakui oleh Menteri Kehakiman, dan pemegang visa bisnis yang telah menginvestasikan lebih dari US $ 500.000. Imigran menghitung hanya sekitar 1% dari populasi yang tumbuh.
Mayoritas orang Korea menganggap orang Asia tenggara seperti Indonesia ini lebih rendah derajatnya. Well buat yang belum tahu, Kosian adalah istilah mereka untuk pernikahan antara Korea-Asian.
orang indo tidak menghargai budayanya sendiri kalau menurut ane sih karena budayanya tidak dilestarikan dan tidak diperhatikan *opini, tidak dikembangkan. Gimana mau memperhatikan kalau sudah yang di dahulukan budaya luar daripada punya sendiri (*read: yang pada cinta korea), apalagi hanya segelintir orang yang peduli terhadap budayanya dan berusaha melestarikannya, tapi tidak dihargai sehingga yang ada capek dan lelah sendiri.





kalaupun ada usaha untuk melestarikan budayanya adalah untuk "mewajibkan" orang untuk mengikuti budayanya, (itupun kalo pada mau).


Wednesday, June 12, 2013

The famous peoples from hell

The famous peoples from hell
Sekilas melihat judul ini saya tidak yakin akan selesai menulisnya, karena seolah meletakan beban yang sangat berat di kepala atau bahkan sebaliknya memikul kembali beban yang lebih berat. Sudah lama sebenarnya saya ingin menyampaikan tentang permasalahan ini, tapi sekali lagi (*perlu di ingat) apa yang saya sampaikan di blog ini bukanlah nasehat, ceramah, ataupun artikel islami yang mengandung ilmu yang bermanfaat, tapi ini hanya tulisan sampah yang saya pungut dari kehidupan tak menentu pada diri saya pribadi, yang tentunya memang dari ulah pribadi juga (cari yang aman biar tidak ada yg di salahkan).
Dan ketika hari ini saya menulis tulisan ini sambil mnahan pusing yang sudah 3 hari yang lalu enggak mau pergi, ceritanya habis mengantar Bp Sulthon  -Jeddah,saudi-  (donatur masjid genuk&bukit kencana) muter2 semarang nyampe ke NS jam 8 malam, pas kbetulan ada ngajar di kelas MSA(program bahasa arab u/ mahasiswa) padahal aslinya lupa *ngeles aslinya pengen tidur. Permasalahanya habis tepar ini bangun jam 2 pagi, habis itu sok-sok an pengen istikhoroh sama tahajjud (di sebagian riwayat di perbolehkan menggabungkan 2 ibadah sunnah) biar enteng jodoh*haha bukan bukan.. habis malam itulah kepala rasanya udah lepas dari tubuhnya nyampe sekarang.(malah curhat :P  ..)
-Kembali ke topik- Ada satu hadits yang selalu terngiang-ngiang di kepala saya, awal mula mendengar itu saya ingat ketika pelajaran Mutholaah/Qiroah kelas 3 SMA, sampe sekarang pun gambaran tentang hadits Nabi Muhammad ini kerap menghantui saya, bukan GR,tapi masuk neraka siapa sih yang bisa yakin bisa selamat?